Tampilkan postingan dengan label nulis nulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nulis nulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2011

Curhat aja

Minggu yang membosankan, ketika setelah libur lebaran selesai dan kami (Mahasiswa) harus memulai kembali kegiatan perkuliahan kembali. Beberapa ampau lebaran mungkin sebagian masih terselip didompet (bagi yang dapat). Atau bahkan mungkin malah kehilangan sebagian uang tabuangan untuk berbagi ampau dengan saudara (bagi yang sudah berkeponakan). Ya, benar minggu yang membosankan, tidak efektif dan kata orang jawa minggu-minggu seperti ini namanya minggu yang "aras-arasen".


Hidup di Kota sebesar Yogyakarta menurut saya tak bisa mengusir rasa penat dan kesepian dikala banyak mata kuliah yang kosong dan jadwal yang masih carut marut seperti ini. Meski sayapun tidak munafik kalau kuliah kosong pastinya hal itu termasuk hal yang biasa saya nantikan. Selain bisa pulang dan istirahat, jam kuliah kosong juga terkadang saya dan teman-teman manfaatkan untuk makan atau apabila kami sedang dalam keadaan "Khilaf" kami sering menghabiskan waktu-waktu kami di perpustakaan. Ditambah lagi tinggal disebuah kosan keramat yang penuh dengan aktivis kampus mulai dari Ketua Pecinta Alam, UKM Karate, UKM berbasic teater, pers, BEM dan Himpunan Mahasiswa kumpul jadi satu. Dan hal itu saya rasa sangat menyebalkan. bukan karena saya antipati dengan aktivis kampus atau gimana. Sayapun bagian dari mereka namun yamg saya sebelkan adalah kosan menjadi sepi dan saya harus mengungsi,hah rasa-rasanya kosan terlihat seperti rumah yang tak berpenghuni dengan sarang laba-laba dimana-mana, hadeeeh.
>,<

Selasa, 22 Maret 2011

HUJAN

Malam ini hujan turun deras sekali, tak Cuma gerimis saja seperti biasa. Sejak sore tadi sebetulnya sudah terbersit beberapa agenda yang akan kulakukan sepulang kuliah. Rasa kantuk tiba-tiba datang setelah kulihat bantal yang tercecer dilantai. Membaringkan diri beberapa menit mungkin tak ada salahnya. Rasanya lama sekali tak kurasa sebuah aktivitas yang bernama tidur siang itu. Kupasang alarm dan akupun mulai membaringkan diri dikarpet, supaya tak kebablasan nantinya karena hari ini aku berencana untuk setor tulisan ke redpel.
Entah berapa menit aku tidur, jam weker sudah berbunyi membangunkan tidur siangku. Dari kejauhan kudengar suara gemericik hujan diluar sana, keras sekali. Mungkin hujanya deras, pikirku.
Aku keluar kamar dan berdiri didepan lorong pintu kamar yang sempit itu. Walaupun pemandangan hujan tak begitu indah dari tempat itu, namun enggan rasanya meninggalkan tempat itu. Membaui hujan dan mendengarkan gemericiknya memang sangat mengasikan. Kemudian entah lamunku menjadi bermacam-macam sejak duduk beberapa menit yang lalu ditempat itu. Dari rencana setor tulisan yang batal sampai akhirnya berujung pada film harry potter dengan mantra-mantra sihirnya.
Sampai-sampai lamunanku menuju ke bayang bayang masa-masa SMP ketika aku harus jalan kaki sejauh satu kilo meter menuju tempat pemberhentian angkot-angkot yang mengantarkanku dari jalan itu sampai kesekolah dan LEGILIMENS tiba-tiba masa SMP masuk kembali kedalam otakku. Masa SMP, waktu rambutku hanya sebatas bahu dengan tas punggung rok pendek dan sepatu kets serta bertubuh mungil dan selalu berjalan sendirian sewaktu berangkat ke sekolah.
OCCLUMENS..!! dan kenangan itu menghilang. Entah siapa yang bermain-main mantra sihir diotakku. Sudah pukul 18.41 dan hujanpun tak kunjung berhenti..
Aku ada janji dengan ade di ekspresi...duh sampai kapan hujan ini berhenti..lapaarr

Jumat, 21 Januari 2011

bayang

Sendiriku yang tak tersentuh pagi
menjadikanku berkhayal
sesosok bayang-bayang bagai spektrum pelangi
Rindu ini enyahkan sengat mentari
Melayang jiwaku kalahkan gravitasi

Harapku ini t’lah semu
Apakah hatimu tak kenal diriku?
Abadi setiaku walau blackhole mengganggu

Cinta ini bagai atom Dalton
Selalu kekal layaknya bilangan baryon
Dengan interaksi kuat adanya pion
Takkan terbagi dalam nukleon

Tak seperti perang nuklir
Walau cinta ini harus berakhir
Saat partikel Higgs terlahir
Ataukah ini titik nadir?

Telah kuarungi gap energi
Untuk meraih cinta ini
Agar puing kasih terangkai kembali
Meski berada di lain galaksi

Saat waktu hilangkan rasa
Kujaga dirimu dalam setia
Karenamu cinta ini tak terhingga
Seperti luas alam semesta

berakhirlah part I

Aku sadar entah mengapasejak rutinitas “itu” sudah tak lagi menjadi rutinitas harianku selama hampir satu semester. aku sangat sadar  disaat seorang sahabat tak bisa menemani kita setiap saat, dikala kita sedang merasa jenuh dan merasa dunia ini berangsur menjauhi kita sementara keluargapun jauh dari kita. Disaat roda dunia ini ini berputar sehingga kesepian tingkat akut menimpa kita dan aku sendiripun sangat sangat sadar bahwa tak dipungkiri lagi  aku membutuhkan sosok yang bisa temaniku setidaknya untuk sekedar berkirim pesan atau jalan lah!!. Trauma masa lalu memang tak dapat dipungkiri menjadi salah satu penyebab bayang yang masih menghiasi dimalam, setiap mata ini mulai terpejam membuat aku merasa aku adalah manusia yang paling bodoh dimuka bumi. Membuka kembali hati yang sempat mati sudah kulakukan bahkan “dia” kini sudah tak sendiri lagi. Terkadang  aku merasa ingin sekali kembali ke masa “itu”, ketika dia selalu datang untuk sekedar mengunjungiku, berkirim pesan tiap malam, mengucapkan selamat pagi disaat sinar matahari mulai mengintip dicelah jendela kamar, atau saat malam dimana mentari berangsur menghilang hingga digantikan bulan dengan sinarnya yang memanjakan mata. Mungkin mungkin dan mungkin kata itu yang selalu terlintas dibenaku setiap aku melamunkan sesuatu dimana lamunan itu berujung pada bayang “nya”.
Selalu terlintas dibenakku kejadian saat itu. Disiang hari yang sangat terik itu tepat dibawah pepohonan rindang kami berdua bertemu. Hari yang disebut hari pengadilan perasaan. Beberapa hari orang yang selalu kusebut “sayang” itu berangsur menghindar dariku. Entah kenapa aku sendiripun tak mengerti kenapa dia berangsur menghilang. Beberapa hari pesan singkat untuk sekedar berucap selamat pagi jarang ia kirimkan. Telepon genggam yang biasa berdering tiap beberapa menit sekali mulai berangsur-angsur membisu. Selama beberapa hari kami saling “diam”. Baik Aku, Dia bahkan telepon genggam kami. Sebenarnya aku sudah “paham”, bahkan sangat-sangat paham. Dan hari dimana kusebut “pengadilan perasaan” itu hanya sebuah legalitas secara resmi yang berbunyi ”kita sudah tak bersama lagi”.
Hari itu dia bilang “aku lebih nyaman nganggep kamu adek”. Itu adalah kata yang benar-benar terpatri “disini”. Aku udah benar-benar paham maksud dari kata itu, tak Cuma paham bahkan sangat-sangat mengerti. Yang aku tangkap intinya “yah, kita sudah berakhir” titik tanpa koma.
-------Yah nothing to display 17-08-2010------
Diceritakan kembali jumat 21, januari 2010 11.20 Am


Senin, 17 Januari 2011

The last day, yah hari ini tepat tanggal 31 desember 2010. Sebuah penghujung tahun . seperti biasa hari ini saya masuk jam 7.30 pagi, seperti mahasiswa teladan pada umumnya tepat jam setengah 7 saya bangun pagi,hahaha..mimpi kali yeee. Dengan tubuh yang belum terkumpul 100% saya menyalakan laptop untuk mencari file presentasi yang akan saya presentasikan hari itu. Sedikit jengkel dan khawatir saat itu tatkala file yang saya cari tak kunjung saya temukan, *terancam kuliah gak mandi nih, gumanku dalam hati. Namun beberapa menit kemudian file itu kutemukan,,huft eureka eureka..haha..
Kemudian saya bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi saya segera bergegas untuk berangkat ke kampus. Ditengah perjalanan menuju kampus kemudian saya teringat, duh makalahkuuu..mau tak mau akhirnya sayapun “mbalik” lagi menuju kosan padahal jam pukul setengah 8. Kemudian saya langsung tancap gas menuju kampus. Ditengah perjalanan saya mendengar suara benda yang jatuh, kemudian sayapun menoleh ke belakang, dan pemirsa apa yang terjadi? Ternyata pemirsa, telepon genggam saya sudah teramputasi menjadi beberapa bagian, “aduh” batinku. Dengan gaya cuek dan tenang kemudian saya ambil bagian perbagian organ tubuh yang teramputasi itu. Beberapa menit kemudian saya sampai di kampus. Dan ternyata pemirsa, masih banyak teman-teman yang baru saja datang, saya bertanya pada mereka “loh kok pada baru datang?emang ini jam berapa?” kemudian teman saya menjawab”loh kan baru setengah 8”. Akhirnya saya baru ingat kalau ternyata jam dikamar saya percepat 15menit,haha..nyaris saja saya menghancurkan presentasi *patut dicontoh sepertinya..haha.. :P
Mata kuliah demi mata kuliah saya jalani hari itu tak berbeda dengan hari biasanya. Selesai kuliah saya dan beberapa kawan berkumpul untuk membahas acara taon baru. Bahas, bahas, bahas akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah kawan kami vina yang kebetulan mempunyai rumah makan dipinggir pantai kuwaru *makasih ya vin,hehe.
Denganperjanjian start kumpul jam setengah 5 disayap selatan kampus FMIPA, kemudian saya bergegas untuk pulang dan bersiap-siap. Beberapa menit kemudian vina mengirim pesan singkat mengajak saya menemaninya berpamitan dengan sang pujaan hatinya yang kebetulan sedang mengemban tugas,hehe. Tepat jam 3 sore itu saya pergi ke kos vina sekaligus berencana untuk mengisi perut sebelum berangkat menuju tempat tujuan kami.
Jam 4 tepatkami sampai alun alun tempat pujaan hati vina bertugas, yah obat nyamuk deh,haha..pis vin. Tunggu menunggu dan menunggu, singkat cerita saya dan vina menunggu kedatangan kawan-kawan. Karena saya sudah merasa sangat bosan kemudian saya memutuskan untuk menunggu di jalan bantul. Didepan sebuah bank tepatnya, saya menunggu kedatangan kawan-kawan. Beberapa detik, beberapa menit saya dan vina menunggu, mungkin bukan indonesia sepertinya kalau tak ada budayamenunggu. Karena lapar saya dan vina memutuskan untuk beristirahat diburjo pinggir jalan.
Mbak-mbak penjaga burjo menanyai saya “mau pesan apa mbak?”
Saya menjawab”coffemix mbak”
“Mau panas atau anget?”kata mbak penjaga burjo
“dingin mbak”gumanku setengah konslet.
Yang ditanya apa jawabanya apa,haha.
Beberapa menit kemudian kawan-kawan akhirnya datang dan kami langsung tancap gas menuju rumah vina. Tepat ba’dha magrib kami sampai ditempat tujuan. Kamipun menghabiskan acara penghujung malam ini dengan bakar-bakar ikan dan jagung serta suara alunan gitar-gitar gejje. Dan sampai saat ini api buat bakaran jagungpun belum menyala, padahal saat ini sudah tepat pukul23.59.
Teng teng teng selamat tahun baru kawan...
J
NB:thanks buat vinna manager RM putra bahari as sponsor..
Kawan-kawanku yang berpartisipasi, lines,bayu,aya, gani, fandi, irul, dian,arna, sulis,mila, ridwan, anggit, aziz, dinnu dan zain.
Kita slamanya..
J


my first post

Yah pertama kali saya nulis diblog ini..
Hari ini hujan dan saya terdiam disebuah ruang 3x3 dan ditemani sebuah laptop dan TV yang sedang menyala. Entahlah TV yang menonton saya atau saya yang menonton TV.
Tak kenal maka ta’aruf yah gitulah gaya orang FMIPA seperti saya, adalah asli made in FMIPA uups ketauan. Saya lidha nama lengkap Maulida Mawadati Nugroho, panjang bukan. Nama tak sekedar nama, maulida adalah nama pemberian mendiang kakek saya yang artinya seorang bayi yang lahir dibulan maulud, kemudian nama mawadati adalah nama pemberian ibu saya yang berarti “yang memberi kasih sayang” dan terakhir adalah nugroho yaitu nama belakang ayah saya yang dalam bahasa jawa berarti anugrah. Bila digabungin artinya adalah seorang anak yang lahir dibulan maulud yang kelak selalu diberi anugrah dan selalu memberi kasih sayang kepada setiap orang yang ada didekat saya.
Yah saya lahir dari sebuah keluarga sederhana disebuah desa yang tergolong masih asri (dibaca:terpencil). Tertanggal 22 september 1991 suara bayi hadir di sebuah keluarga kecil nan sederhana. Seorang bayi perempuan mungil seberat 3,5 kg lahir dari pasangan Bapak dan Ibu Nugroho.
Ada sedikit cerita menarik disini, waktu itu lidha kecil yang masih bayi terbaring disebuah kamar sederhana. Waktu itu keluarga saya masih tinggal bersama kakek dan nenek saya alias masih numpang dirumah mertua. Hari itu rencana keluarga muda dan lidha kecil berniat pindah menuju rumah baru yang tak jauh dari rumah nenek. Waktu itu ibu saya berniat menggendong saya untuk melihar rumah baru. Waktu tangan halus itu hendak mengangkat tubuh saya yang masih tak berdaya dibawah bantal tidur lidha kecil terdapat sebuah ular besar dengan panjang 1,5 meter. Spontan ibu saya berteriak-teriak dan meminta pertolongan. Kemudian ular yang hendak menerkam saya itupun di musnahkan..ciaaaattt..!!!
Huft, entahlah kalau saat itu tak ada ibu saya mungkin saya tak berada ditempat ini..huaaamm.
Sedikit improvisasi dalam posting pertama saya ini cukup, kembali ke kisah hidup saya. sejak sekolah dasar saya adalah termasuk siswa yang lumayan yah dibilang nakal yo iyo, dibilang engga yo iyo.hoho..cewek tomboy n cuek mungkin itu gambaran saya dari SD sampe yah kira kira SMA kelas satu. Persetan dengan penampilan, itulah saya. namun sejak saya menginjak dunia SMA saya mulai berubah, sedikit mulai bisa dandanlah..hoho..
Dan satu lagi yang saat ini masih mendarah daging dalam diri saya. Saya termasuk orang yang selau ingin  tahu. Saya senang mencoba hal-hal yang baru, saya selu mencoba mencoba dan mencoba, itulah yang menjadikan saya selalu penasaran terhadap sesuatu yang baru saja saya temui, yah sebagian pengamalan sikap ilmiahlah,,!!